Sepuulang Sekolah adalah sebuah buku sastra reflektif yang merangkum potongan-potongan pengalaman intelektual, sosial, dan emosional dalam perjalanan manusia dari ruang kelas menuju ruang kehidupan. Melalui Bagian Satu, pembaca diajak menelusuri fragmen-fragmen pemikiran yang bersinggungan dengan konsep ilmu, realitas sosial, dan simbol keseharian-mulai dari disintegrasi, norma sosial, inflasi, hingga rumus dan istilah yang tampak akademik namun diperlakukan secara puitik. Judul-judulnya bekerja sebagai metafora, menggambarkan kegelisahan nalar, proses bertumbuh, serta upaya memahami dunia setelah bel sekolah berhenti berbunyi.
Bagian Dua bergerak lebih personal dan emosional, menghadirkan tema rindu, mimpi, kenangan, dan imajinasi sebagai inti pengalaman batin. Puisi-puisi dan fragmen naratif dalam bagian ini membingkai ingatan sebagai museum hidup, tempat masa lalu, harapan, dan kehilangan saling berkelindan. Secangkir kopi, skenario kehidupan, dan adonan rindu menjadi simbol keintiman yang sederhana namun mendalam, menegaskan bahwa pengalaman manusia sering kali dibentuk oleh hal-hal kecil yang terus dikenang.
Bagian Tiga menutup buku dengan nada kontemplatif dan eksistensial, menghadirkan tema kelelahan, kebebasan, perpisahan, penerimaan, dan kasih seorang ibu. Di sini, Sepuulang Sekolah tidak lagi sekadar tentang pulang secara fisik, melainkan perjalanan menuju pemaknaan diri-tentang masa kecil, kegagalan, kehilangan, dan keberanian untuk melanjutkan hidup. Keseluruhan buku ini merupakan mozaik refleksi puitik yang mengajak pembaca merenungi arti tumbuh, mengingat, dan menjadi manusia di antara jeda-jeda kehidupan.
|
Penulis |
: |
|
|
|
ISBN |
: |
|
|
|
Terbit |
: |
Desember 2025 |
|
|
Ukuran |
: |
14.8 x 21 |
|
|
Tebal |
: |
93 Halaman |
|
|
Kertas |
: |
HVS |